Tuesday, 26 December 2017

Badai Itu Datang Lagi

Badai itu ...

Datang Lagi di kehidupan kami,

Tak ada waktu yang tepat saat kita harus merasa sedih, merana, nelangsa
Tapi yang jelas, untuk Sang Maha Benar inilah waktu yang tepat,

Hati kami patah, sepatah-patah nya remuk redam
Lalu diinjak-injak oleh kebohongan yang ditemukan kemudian,

Menangis, air mata ini kering
Berteriak, suara ini habis
Dada ini penuh sesak
Amarah, Kecewa, Benci campur aduk menjadi satu

Setelah melewati masa-masa sulit 1,5 tahun,
kembali badai itu menghantam keluarga kami,
Terutama untuk Papa, Fahri, Ayuni dan tentu saja Aku.

Terucap selalu di hati, permohonan ampun untuk Mu Tuhan.

Semoga kami dapat melewati Badai ini lagi

Semoga inilah Fase yang merupakan pintu menuju awal perjalanan indah,
membangun dan merangkai kembali hubungan anak-ayah, dan saudara-saudara.

Yakin kami kuat, yakin

Kaka menyayangi mu Papa,
Kaka pun menyayangi kalian adik-adik
Saudara-Saudara ku, Keluarga ku, Pembela ku

Dengan dirimu (kalian semua), akan kucoba Tertawa dalam Derita
Menangisi Bahagia, Bersama

Potongan lirik lagu lawas tsb, semakin ku sadari "BENAR"
Setelah ku tatap lekat, wajah Papa
Diiringi celoteh manja adik-adik kecil ku, Fahri & Ayuni

Bismillah, bersama Tuhan ku,
Aku yakin, kami yakin bisa melewati ini semua

Badai Pasti Berlalu,

Sehabis ini, patut nya kita mensyukuri kepada Tuhan
Sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Agar ditumbuhkan nya lagi kasih dan sayang lebih dari yang hati kami miliki saat ini

Untuk menikmati luka goresan sakit hati,
menjadi berkah/anugerah sebagai bekal hidup kami di kemudian hari ...

Jakarta, 25 Desember 2017

Wednesday, 27 September 2017

Sakit itu menggugurkan dosa

Suatu malam, beberapa tahun yang lalu ku duduk termenung di depan klinik tempat Mama ku dirawat. Sudah belasan hari Mama dirawat disini tanpa aku tahu kapan Mama pulang dan keluarga kami dapat beraktivitas normal kembali.

Air mata ini begitu mudah bergulir, Tangis ku pecah.
Papa menghampiriku, cepat ia memeluk bahu ku lalu bertanya "Kakak, kenapa?"
tak bisa ku jawab. hanya diam.

Malam itu,
Tak ada kata-kata dari Papa selain  "Kita harus sabar, Kak"
"Papa yakin semua ini ada hikmah nya" lanjut nya.

Malam itu aku menginap di klinik, tidur persis dibawah ranjang rawar Mama.
Tangisku dalam diam masih berlanjut, hingga aku lelah dan tertidur.
Aku tak ingin Mama tau aku menangis semalaman, tapi kantung mata bengkak ini tak bisa kusembunyikan.
"Ma, maafin Kakak"

Esok nya kusambut hari dengan wajah tegar. Tak akan ada gunanya menangis semalam.
Toh Mama masih sakit dan tidak langsung sembuh.

Papa bilang ke Mama "Ma, mama kuat kan? Sakit itu menggugurkan dosa. Jadi kita semua jangan pernah putus berdoa ya".
Mama menjawab "Iya Pa"
Lalu kita bertiga berpelukan
Sungguh moment yang menguras air mata

........................................................................................................................

Hari ini, Senin Malam 18 September 2017
Tanteku terpaksa di operasi demi hilangkan penyakitnya.
Entah kenapa moment-moment di rumah sakit, seakan mengingatkan ku lagi saat bersama Mama dulu.
Mama juga pernah melewati masa sulit dalam sakitnya.
Mungkin ini juga yang tante rasakan.

Sambil mengirim WA ke Papa, air mata ku menetes tak tertahankan.
"Papa, tante mau operasi. Mohon doa"
Cepat papa membalas "Kita Sama-sama berdoa yah Kak, sakit itu menggugurkan dosa, semua ini pasti ada hikmahnya".

....

Alhamdulillah Operasi Tante ku lancar, sekarang tante dalam proses pemulihan.
Mohon doa nya guys!

Tulisan ini ku posting, tante ku sudah bisa pulang ke rumah. Yeay! Alhamdulillah.

....

"Tidaklah seorang Muslim ditimpa sakit melainkan dengan nya ALLAH akan menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana daun pohon yang berguguran" (H.R. Imam Al-Bukhari)